Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 08 Juni 2011

Kejagung Serahkan Kasus Jaksa Nakal di Tangerang ke KPK



JAKARTA - Kejaksaan Agung menyatakan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus jaksa intel Kejari Tangerang, DSW, yang diduga menerima suap kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Pertama dari sisi penegakan hukum menyilakan Ketua KPK untuk menindaklanjutinya," kata Wakil Jaksa Agung (Waja), Darmono, seusai membuka Turnamen Futsal "Forum Wartawan Kejaksaan Agung" (Forwaka) di Jakarta, Sabtu (12/2).

Seperti diberitakan sejumlah media dalam jaringan (online) dan televisi, KPK menangkap jaksa berinisial DSW bersama salah seorang pegawai BUMN di Pondok Aren, Bintaro, Tangerang pada Jumat (11/2) malam.

Jaksa dan pegawai BUMN tersebut, saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka karena setelah diintai KPK mereka menyerahkan bungkusan amplop coklat di pinggir jalan.

Darmono menyatakan, dirinya merasa sangat prihatin dengan kejadian seperti itu dan berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada oknum jaksa tersebut. "Pasti Jamwas
(Jaksa Agung Muda Pengawasan) akan memeriksa itu," katanya.

Ia mengatakan, Kejagung tidak akan segan-segan memecat oknum jaksa itu, jika terbukti benar-benar bersalah dan dijatuhi hukuman pidana. "Karena itu, kami serahkan proses hukumnya sepenuhnya kepada KPK untuk diselesaikan seusai aturan yang ada," katanya.

Menanggapi komentar bahwa kejaksaan telah kecolongan dalam soal pengawasan melekat (waskat), ia membantahnya itu bukan kecolongan.

"Karena kami sudah berupaya maksimal untuk penegakan hukum dalam membina semua jajaran kejaksaan agar tetap berpegang teguh dalam menjaga komitmen, menjaga kredibilitas dan integritas," katanya.
READ MORE - Kejagung Serahkan Kasus Jaksa Nakal di Tangerang ke KPK

Read more...

Selasa, 07 Juni 2011

Polisi Ditembak di Palu Polair Polda Sulselbar Perketat Pengawasan Perairan


MAKASSAR
- Tim Patroli Polisi perairan Kepolisian Daerah Sulselbar akan memperketat pengawasan keamanan seluruh aktifitas masyarakat perairan Sulselbar. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah Sulselbar Irjen Johny Wainal Usman, Rabu (2/6/2011) saat ditanyai mengenai pengembangan kasus penembakan dua anggota polisi yang tewas saat bertugas di Palu,Rabu (25/5) lalu.

Johny juga menjelaskan saat ini Polair Polda Sulsel telah melakukan patroli rutin di perairan Laut Sulselbar. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi pelaku yang merupakan teroris melarikan diri ke Wilayah Sulsel. "Sebanyak 274 personel siap diturunkan untuk melakukan pengaman di laut," jelas Johny.

Menurut Kapolda, laut merupakan jalur transportasi yang mudah dimasuki masyarakat. Pihaknya juga telah memerintahkan ke seluruh Polsek di Sulsel untuk melakukan pengawasan dan pengamanan di wilayah darat, terkhusus memperketat penjagaan di perbatasan antara Sulsel dengan Sulteng.

Johny juga berharap agar masyarakat dapat membantu untuk menjaga pengamanan sehingga tercipta kondisi yang kondusif agar tidak memberi ruang kepada para pelaku kejahatan.

TRIBUNNEWS.COM,
READ MORE - Polisi Ditembak di Palu Polair Polda Sulselbar Perketat Pengawasan Perairan

Read more...

Tour de Singkarak Pembalap Indonesia Buat Kejutan di Etape Pembuka

detikSport/Samsul Hadi
Padang - Absennya juara bertahan Tabriz Petrochemical Team dalam Tour de Singkarak (TdS) 2011, menjadikan persaingan untuk menjadi yang terbaik semakin terbuka. Di etape pembuka dua pembalap Indonesia Ferinanto dan Projo Waseso berhasil membuat kejutan.

Etape pertama TdS 2011 berlangsung pada Senin (6/6/2011) sore WIB. Sebanyak 215 pembalap secara resmi mulai bersaing dalam kompetisi ini. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik yang hadir untuk melakukan pembukaan juga didapuk untuk memberangkatkan rombongan pembalap di etape pertama.

Di etape pertama TdS 2011 keseluruhan pembalap akan mengelilingi Kota Padang dengan menempuh jarak toral 61 kilometer. Etape yang juga disebut Padang Circuit Race tersebut akan melintasi sejumlah jalan protokol di Kota Padang, antara lain Jl.Hayam Wuruk, Jl.Diponegoro, Jl.Pemuda, Jl.Ahmad Yani, Jl.Jendral Sudirman, Jl.Rasuna Said dan Jl.Raden Saleh.

Ferinanto berhasil keluar sebagai pemenang, sementara Projo Waseso menduduki peringkat ketiga pembalap tercepat yang menyentuh garis finis. Untuk posisi kedua diduduki pembalap asal Terengganu Pro - Asia Cycling Team, Malaysia, Chan Jae Jang. Yang menarik ketiganya mencatatatkan torehan waktu yang sama, yaitu 1 jam 28 menit dan 23 detik.

"Catatan waktu memang sama, tapi pleacing dari rekaman kamera menunjukkan siapa yang roda sepedanya menyentuh garis finis pertama. Inilah hasil dari canggihnya sistem timer sekarang," terang Ketua ISSI bidang Hubungan Luar Negeri Eva Chaterina dalam konferensi pers seusai balapan di Taman Budaya Sumatera Barat, Jl.Hayam Wuruk, Padang, Senin (6/6/2011).

Dari kemenangan tersebut Ferinanto yang pernah menyabet medali emas dalam SEA Games tahun 2003 berhak atas medali emas dan cash money sebesar US$ 1000. Untuk Chan Jae Jang diberikan hadia medali perak dan uang tunai US$ 450, sementara Projo Waseso mendapatkan medali perak serta US$ 250.

Dari kemenangan tersebut Ferinanto juga berhak mengenakan yellow jersey dalam balapan etape kedua yang melintasi rute Padang - Sicincin - Pariaman. Sementara Projo Waseso, meski berada di posisi kedua pembalapa lokal tercepat, dalam balapan besok akan mengenakan kostum merah putih, menggantikan posisi Ferinanto yang juga keluar sebagai pembalap tercepat klasifikasi pembalap lokal.

"Untuk besok saya akan berusaha mempertahankan kostum kuning ini. Tentu berat, makanya saya meminta pembalap Indonesia harus kompak," kata Ferinanto dalam jumpa pers.

Di etape pertama juga dilombakan catatan waktu tercepat dalam satu lap, yang dimenangkan oleh pembalap asal Azad University Team, Alireza Haghi. Pembalap muda tersebut berhasil mengalahkan Chan Jae Jang yang harus puas di posisi kedua dan Mohd Harrif Salleh, pembalap lain asal Terengganu Pro - Asia Cycling Team, Malaysia.

Dari hasil tersebut Alireza berhak mengantongi 5 poin dalam klasifikasi Sprint Point dan akan mengenakan green jersey dalam balapan di etape kedua mendatang. Untuk Chan Jae Jang akan diijinkan mengenakan polkadot jersey, yang sebenarnya diperuntukkan untuk raja tanjakan.

Pembalap Indonesia yang mencatatkan perolehan waktu tercepat adalah Projo Waseso asal United Kencana Bike, namun harus puas hanya di posisi ke empat.


Hasil Akhir Tour de Singkarak 2011 - Etape Pertama (6 Juni 2011)

STAGE CLASSIFICATION

1. Feinanto United Kencana Bike 1:28:23
2. Chan Jae Jang Terengganu Pro 1:28:23
3. Projo Waseso United Kencana Bike 1:28:23
4. Sergey Kudentsov Polygon Sweet Nice 1:28:23
5. Mohd Harrif Salleh Terengganu Pro 1:28:23
6. Nugroho Kisnanto Putra Perjuangan 1:28:23
7. Ramadhani BBC Passel 1:28:23
8. David Van Eerd Global Cycling Team 1:28:23
9. Darren Low CCN Colossi 1:28:23
10. Shih Hsin Hsiao Action Cycling Team 1:28:23


STAGE INDONESIA INDIVIDUAL CLASSIFICATION

1. Ferinanto United Kencana Bike 1:28:23
2. Projo Waseso United Kencana Bike 1:28:23
3. Nugroho Krisnanto BBC Passel 1:28:23


STAGE SPRINT POINTS

1. Alireza Haghi Azad University Team
2. Chan Jae Jang Terenggany Pro
3. Mohd Harrif Salleh Terengganu Pro

( nar / mrp )
READ MORE - Tour de Singkarak Pembalap Indonesia Buat Kejutan di Etape Pembuka

Read more...

AKTIFITAS GUNUNG BROMO

Gunung Bromo. TEMPO/David Priyasidharta


TEMPO Interaktif
, Lumajang - Gunung Bromo dilaporkan mengeluarkan letusan minor tiga kali disertai suara gemuruh dengan kekuatan lemah hingga sedang pada Minggu, 22 Mei 2011. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung tetap mempertahankan status aktivitas Bromo di level siaga dengan rekomendasi dua kilometer dari pusat letusan harus steril dari aktivitas manusia.

Berdasarkan data yang dihimpun Tempo dari Pos Pengamatan Gunung Bromo di Dusun Cemoro Lawang Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pengamatan secara visual menunjukkan cuaca di sekitar Bromo terang, sehingga Bromo terlihat jelas dengan kepulan asapnya yang berwarna putih kelabu tebal.
Tekanan kepulan asap dilaporkan sedang hingga kuat dengan ketinggian lebih kurang 400 hingga 600 meter ke arah barat dan barat laut. Sementara itu, berdasarkan pengamatan kegempaan, tremor masih menerus dengan amplitudo maksimum 2 hingga 25 milimeter. Hingga siang tadi sekitar pukul 12.00 Wib, terjadi tiga kali letusan dengan amplitudo maksimum 26 hingga 32 milimeter selama 15 hingga 40 detik.
Menurut Kepala Pos Pengamatan Gunung Bromo, Mochamad Syafii, pos yang berada di sebelah timur Gunung Bromo tidak terkena hujan abu. "Suara gemuruh dengan kekuatan sedang hingga kuat masih terdengar dari sekitar Dusun Cemara Lawang," katanya. Dia menambahkan, aktivitas vulkanik Bromo hingga saat ini masih tergolong tinggi. "Tremornya terbukti masih menerus. Karena itu, status aktivitas di level siaga masih tetap dipertahankan," katanya.
Menurut Budi, warga Desa Ngadisari, meski status aktivitas Bromo masih belum diturankan dari level siaga, pemilik kendaraan Jeep dan kuda sudah mulai beraktivitas kembali. "Bule juga sudah mulai banyak berkunjung ke Bromo," kata Budi. Namun, mereka dilarang naik ke kawah. "Masih dilarang. Ada petugas yang menjaga di bawah," kata Budi.
Berdasarkan catatan Tempo, status aktivitas Gunung Bromo dinaikkan ke siaga pada 23 November 2010 lalu. Dalam sehari peningkatan status dilakukan Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi hingga dua kali dari sebelumnya di level waspada, menjadi siaga, kemudian awas. Status di level awas ini bertahan hingga beberapa pekan sebelum siaga pada 6 Desember 2010. Saat ini, Pusat Vulkanologi masih tetap mempertahankan status Bromo di level siaga.
READ MORE - AKTIFITAS GUNUNG BROMO

Read more...
Photobucket
VISITOR
free counters

Follow

  ©Design Template Blogger Arek Siler (hendrik kurniawan).