Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 08 Juni 2011

Inikah Calon Hilux "Facelift" di Indonesia?


MELBOURNE, KOMPAS.com - PT Toyota Astra Motor sudah memberi sinyal bahwa tahun ini akan meluncurkan tiga model facelift, salah satunya Hilux pada event Indonesia International Motor Show, yang digelar akhir Juli 2011. Nah, sosok pikap ini muncul di salah satu situs otomotif di Australia, kemarin (7/6/2011).

Dari gambar tampak perubahan pada bagian lampu depan, grill dan bemper, seperti mengambil garis merah desain LandCruiser 200 Series. Meski cuma facelift, perubahan ini mampu menyegarkan tampilan pikap secara keseluruhan, memberi kesan lebih kekar, sporty sekaligus konservatif.

Sementara mesin dan transmisi masih sama. Hanya, Toyota menambah fitur keselamatan ni Electronic stability control (ESC) sebagai paket standar pabrik, seperti yang dilakukan Volkswagen Amarok.

Toyota akan menampilkan Hilux Facelift ini di ajang Australia International Motor Show di Melbourne, 1 Juli 2011. Konsumen sendiri baru bisa membelinya pada September atau Oktober mendatang
READ MORE - Inikah Calon Hilux "Facelift" di Indonesia?

Read more...

Kembangkan Kecerdasan Berbahasa Anak

Ajari anak mencintai buku.

KOMPAS.com
- Bahasa adalah alat komunikasi manusia di muka bumi ini. Jadi, betapa penting kemampuan bahasa ini, tak terkecuali bagi anak. Itulah mengapa, kemampuan bahasa harus sudah diajarkan padanya sejak dini, khususnya bahasa ibu.

Menurut Edward Andriyanto Soetardhio, M.Psi., dari Fakultas Psikologi UI, perkembangan bahasa setiap anak intinya sama—bahkan pada anak dengan bisu dan tuli—hingga tahap cooing. Jangan salah, anak bisu tuli pun akan mengalami tahap babbling, hanya saja lebih terlambat daripada anak normal. Masuk tahap selanjutnya, anak bisu tuli tidak bisa mengikuti, yaitu berceloteh hingga mampu mengucapkan suku kata yang menggunakan konsonan dengan kombinasi vokal.

Walau tahap alamiah bahasa akan dilalui anak normal, namun—sekali lagi—kita tetap mesti memberikan stimulasi agar anak bisa menapaki jenjang perkembangan bahasanya dengan benar dan sesuai dengan tahapannya. Nah, berikut ini tip-tip mengembangkan kemampuan/kecerdasan bahasa anak berdasarkan tahapan usianya.

Usia bayi
1. Ajak bayi untuk banyak berbicara. Aturlah nada bicara Anda supaya rendah dan lembut, sehingga tidak mengagetkan si kecil. Tatap wajah si bayi, dan ucapkan kata-kata dengan jelas alias tidak bergumam.
2. Lakukan aktivitas bervariasi untuk merangsang kecerdasan bayi, entah dengan bermain, bernyanyi, dan sebagainya. Yang harus diingat, dalam sebuah aktivitas sangat mungkin beberapa kecerdasan ikut terstimulasi.
3. Berikan mainan yang menstimulasi kecerdasannya seperti mainan yang dapat mengeluarkan suara.
4. Di usia 9 bulan pilihkan juga buku cerita dengan cerita menarik dan gambar yang besar. Kenalkan juga semua hal yang dilihat bayi di buku cerita, lakukan secara berulang-ulang sehingga kosakata yang dikenalnya semakin bertambah.
5. Kenalkan juga anggota tubuh si kecil seperti tangannya, hidung, mata, dan anggota tubuh lainnya. Bimbing bayi agar mengenali anggota tubuhnya tersebut. Mulailah dengan anggota tubuh orangtua dulu seperti hidung, selanjutnya tunjuk juga hidung bayi.
6. Meski belum bisa berbicara, mulai usia sekitar 9 bulanan bayi dapat melakukan perintah sederhana seperti melempar bola, mengambil mainan dalam jangkauannya, dan lain-lain.

Usia batita
1. Si kecil mulai berbicara dengan menggunakan satu kata atau lebih. Tetapi saat berbicara suaranya masih cadel. Nah, orangtua harus segera memberikan stimulasi yang benar yaitu memperbaiki cara berbicara anak dengan menggunakan bahasa yang dipahami orang lain. Ketika anak berkata, “Ma… num” (maksudnya, minta minum), segera luruskan, “Oh, Adek mau minum.”
2. Sering-seringlah mengajaknya ngobrol. Semakin banyak waktu yang digunakan untuk berbicara bersama, akan semakin banyak kosakata anak.
3. Lakukan stimulasi lewat bercerita. Rangsang anak dengan apa yang ada di buku cerita. “Ini ada gambar binatang berleher panjang dan berkaki empat, namanya apa ya…? Betul, jerapah.” Dengan cara itu, kosakata anak ikut bertambah.
4. Berikan instruksi sederhana, “Yuk, kita lipat kertasnya.” Cara ini selain melatih bahasa, juga mengasah motorik halusnya.
5. Bermain pura-pura atau peran juga dapat dikenalkan, entah bermain masak-masakan, dokter-dokteran, bertelepon, dan sebagainya.

Usia prasekolah
1. Berikan dua perintah sederhana, “Ambil bola dan tendang ke gawang.”
2. Bermain tebak-tebakan, “Binatang yang hidup di air apa, ya?”
3. Minta anak menceritakan pengalamannya di sekolah, namun jangan sekali-kali memotong cerita anak. Simak dan perhatikan baik-baik apa yang diceritakan. Bangun suasana gembira saat bercerita.
4. Bila anak berkata tidak jelas, minta dia mengulangi kata itu sehingga ia dapat mengucapkannya dengan jelas.
5. Ajarkan anak menyanyi. Untuk permulaan, kenalkan dengan lagu pendek yang sederhana. Bila memungkinkan, iringi dengan musik.
6. Berikan kesempatan kepada anak untuk memilih dan mengambil keputusan, misal, saat membeli mainan atau buku. Setelah membeli, minta pendapat anak tentang barang yang baru dibelinya.

Usia sekolah
1. Ajari anak mencintai buku. Caranya, ajak anak ke perpustakaan, toko buku, pameran, dan sebagainya. Dorong anak untuk membeli buku kesukaannya, lakukan diskusi kecil tentang buku yang baru dibelinya. Selain kosakata bertambah, lewat buku, kemampuan kognitif anak juga turut terasah.
2. Minta anak menceritakan pengalamannya di sekolah. Selain bercerita secara langsung, kemukakan pengalaman itu dalam catatan hariannya.
3. Minta anak membuat puisi, cerita pendek, dan lain-lain.
4. Bila anak terlihat berbakat, jangan ragu untuk memasukkannya ke kegiatan yang sesuai dan ikut pentas, entah pentas seni (membaca puisi) di sekolah, ikut komunitas dongeng, belajar menulis, dan lain-lain.


READ MORE - Kembangkan Kecerdasan Berbahasa Anak

Read more...

Mengintip Kecerdasan Anak Sejak Dini

KOMPAS.com - Apakah si Upik yang sudah pandai bicara dan berhitung di usia 2 tahun bisa dibilang anak cerdas? Bagaimana dengan anak yang telah lancar membaca di usia 4 tahun, layakkah disebut cerdas?


Inteligensi yang tinggi seringkali dikaitkan dengan orang yang punya kemampuan secerdas Albert Einstein. Padahal, hingga saat ini belum ada ahli yang bisa merumuskan definisi kecerdasan dengan tepat.

Meski belum ada definisi pasti mengenai kecerdasan, menurut psikolog Roslina Verauli, M.Psi, secara umum kecerdasan merupakan kapasitas yang dimiliki individu sehingga memungkinkan ia untuk belajar, bernalar, dan memecahkan masalah serta melakukan tugas-tugas kognitif tingkat tinggi lainnya.

Apa saja tugas-tugas kognitif tingkat tinggi itu? "Kemampuan berbahasa, daya ingat yang baik, mampu memecahkan masalah, serta kemampuan berpikir kritis atau menalar," kata psikolog yang akrab disapa Vera ini.

Tentu saja, kecerdasan pada bayi usia di atas lima tahun tidak sama dengan kecerdasan pada balita. Pada usia bayi, kecerdasannya masih seputar perkembangan kemampuan motorik dan bahasa. Sedangkan pada usia balita, kemampuan ini berkembang menjadi kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa, hingga kemampuan personal dan sosial. Bila anak menunjukkan kemampuan yang melebihi anak seusianya, dapat dikatakan ia memiliki kapasitas belajar yang baik alias cerdas.

Kecerdasan pada anak bisa dideteksi sejak dini, bahkan sejak ia baru lahir. Untuk mengukurnya, orangtua perlu memahami status perkembangan yang normal pada bayi dan balita. Misalnya saja pada usia 6 bulan, bayi seharusnya mampu belajar duduk dan bisa memegang benda kecil atau makan kue yang diberikan.

Atau anak usia dua tahun seharusnya sudah mulai berkomunikasi dengan kata-kata, serta penuh rasa ingin tahu. "Orangtua harus peka dan bisa mendeteksi sejauh mana perkembangan kemampuan anaknya. Kalau ada keterlambatan, langsung diwaspadai apakah tumbuh kembangnya terhambat atau memang orangtua kurang menstimulasi," kata Vera.

Sebagai pedoman, ada beberapa tahap perkembangan yang dianggap normal dalam arti sudah bisa dikuasai oleh anak pada usia tertentu.

0-3 bulan:
Hanya menampilkan respons refleks atas stimulus. Bahasa yang dikuasai hanyalah berupa tangisan.

4 bulan:
Mulai memiliki kontrol atas tubuhnya sendiri dan menunjukkan awal mula kemampuan motorik halus. Mulai mampu merespons secara sosial dengan senyuman dan bunyi-bunyian.

6 bulan:
Mulai belajar duduk dan merangkak. Sudah memiliki kemampuan mengontrol gerakan tangan sehingga mampu memegang benda kecil atau makan kue yang diberikan. Bahkan sudah memiliki kemampuan koordinasi mata dan tangan untuk menggapai benda.

9 bulan:
Sudah mulai mampu menggunakna jari jemarinya untuk makan sendiri. Mulai mencoba merangkak dan berdiri. Mencoba menggunakan kata atau suku kata sederhana.

12 bulan (tahun pertama):
Terlihat perkembangan yang cukup pesat pada anak dan ia mulai menunjukkan kemampuan menguasai berbagai hal.

Tahun ke-2:
Mulai independent, senang mengeksplorasi, penuh rasa ingin tahu, mencoba berbagai kemampuan baru, berkomunikasi dengan kata-kata, mencoba memahami sebab-akibat melalui kemampuan motorik, dan menguasai proses belajar dalam arti yang sesungguhnya.

Tahun ke-3:
Anak sudah menunjukkan penguasaan yang jauh lebih baik pada berbagai alat untuk belajar, seperti bahasa, ingatan, kemampuan motor, dan perasaan tentang dirinya sendiri.

Tahun ke-4 dan ke-5:
Kemampuan belajar anak jauh lebih berkembang sehingga memungkinkan ia menerima proses belajar secara formal.

READ MORE - Mengintip Kecerdasan Anak Sejak Dini

Read more...

Toyota Pasarkan Varian Terbaru Rush dengan Terbatas



JAKARTA-- Agen tunggal pemegang merek (ATPM) PT Toyota Astra Motor memasarkan varian kendaraan sport (SUV) yaitu Rush G Luxury tanpa sistem anti pengunci rem (ABS) selama Juni-Juli.

"Kami tidak ingin menggembar-gemborkan produk tersebut karena dipasarkan dalam waktu terbatas, mengatasi kekurangan komponen akibat tsunami," kata Presdir TAM Johnny Darmawan di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan sejak gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang, produksi Toyota di Indonesia mengalami hambatan karena pasokan suku cadang penting yaitu electronic circuit unit (ECU) dari Jepang terganggu.

"Padahal permintaan mobil di Indonesia sedang tumbuh signifikan," ujarnya. Agar tidak kehilangan momentum pertumbuhan itulah, Toyota di Indonesia menawarkan varian baru Rush G Luxury yang tidak menggunakan ABS.

Ditambahkan Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto, permintaan Toyota Rush sebelum gempa dan tsunami melanda Jepang, mencapai di atas 1.500 unit. "Permintaannya (Rush) sedang tumbuh. Namun setelah tsunami, kami mengerem produksi dan penjualan, karena pasokan suku cadang yang terbatas," katanya.

Berdasarkan data TAM, pada Januari 2011 penjualan Rush mencapai 1.732 unit, turun pada Pebruari mencapai 1.520 unit, namun naik kembali menembus angka 2.071 unit pada Maret. Pasca-tsunami, yaitu April dan Mei penjualan Rush turun yaitu 1.523 unit dan 1.828 unit.

Ia menjelaskan Rush G Luxury tidak jauh berbeda dengan Rush tipe S baik penampakan luar maupun dalam, hanya tidak memiliki fitur ABS. "ABS sebenarnya tidak terlalu penting, bagi mereka yang sudah pandai mengemudi mobil," ujarnya.

Joko optimis pasar Rush G Luxury ada di Indonesia, meskipun ia tidak mau mengatakan target penjualan produk yang hanya dipasarkan selama bulan Juni dan Juli tersebut. "Harganya Rp3 juta dibawah dibandingkan Rush tipe S tapi di atas tipe G," katanya.

GM Pemasaran TAM Widyawati S mengatakan harga Rush G Luxury bertransmisi manual (MT) Rp201,55 juta per unit dan bertransmisi otomatik (AT)Rp215, 55 juta per unit.
READ MORE - Toyota Pasarkan Varian Terbaru Rush dengan Terbatas

Read more...
Photobucket
VISITOR
free counters

Follow

  ©Design Template Blogger Arek Siler (hendrik kurniawan).